Aku kasihan pada anak itu yang sudah lama mencari kakak yang hilang.
Aku pun membunuh anak itu supaya dia bisa bertemu kembali dengan
kakaknya. Hal yang sama kulakukan pada kakaknya dahulu. (Bian)
Aku tak menyukai kekasih baru ibuku, dia jahat seperti iblis. Aku
memecahkan gelasnya ketika dia minum, mematikan lampu ketika mereka
berpesta, bahkan menjatuhkan foto lelaki itu dari atas meja, tapi ibu
tetap tak menghiraukanku. Aku sayang ibu dan ingin memastikan ibu tak
mati sepertiku. (Rizky Muhammad)
Aku adalah penulis. Tugasku adalah menulis cerita pembunuhan dan
prosesnya. Tapi yang paling kusukai dalam pekerjaan ini adalah suara
jeritannya. (Thata Merca Salsafira)
Aku tidak bersungguh-sungguh ingin melompat dari lantai dua
rumahku. Tapi adikku yang lucu telah mendorongku dari sana hingga patah
leher, syukur aku masih selamat. Aku tidak heran, mungkin adikku hanya
meniru perbuatanku setahun lalu padanya. Yang sayangnya saat itu dia
tidak selamat. (Ade Affandi MC)
Semua berawal dari kamar mandiku. Ya, saat itu aku sedang mandi.
Tapi kenapa ayah mengintipku dengan muka kosong di atas loteng? Padahal
dia kusembunyikan di dalam koper. (Krizna Novianto)
Aku sedang sendirian dirumah. Aku mendengar ketukan di pintu.
Ketika membukanya aku melihat nenek membawa bunga kuburannya. (Lala
Intan Kumala)
Aku terbangun di pagi hari dan turun untuk sarapan. Tapi kemana
semua orang? Ayah, ibu, adik, kakak semua menghilang. Hingga penasaranku
hilang ketika menemukan mereka di gudang bawah sedang tersenyum seperti
saat pesta semalam. (Rizky Muhammad)
Aku melihat ponselku. Sebuah pesan masuk dari pacarku, aneh
padahal ponselnya ada di laciku. Oh aku baru ingat, bahwa kedua
tangannya masih kusimpan di samping ponselnya. (Krizna Novianto)
Hari ini aku akan merayakan ulang tahun teman ku. Aku tidak suka
dengan kebiasaan buruk nya, dia selalu menginap dan tidur bersama di
kamar tidurku. Ya, saat aku mengunjungi pemakaman nya di ulang tahunnya
tahun lalu. (Evan Blonyon)
Aku terbangun ditengah malam karena harus buang air kecil. aku
langsung pergi ke kamar mandi. setelah aku kembali ke kamar, aku terdiam
karena menemukan diriku masih terbaring diatas kasur. (Divanka Syauki
Akinsa)
Selingkuhan suamiku hamil dan aku berjanji membereskan semuanya.
Kuminta ia mengajak perempuan itu datang ke vila kami sementara aku
menyiapkan satu lubang kubur di belakang vila. Semua akan beres,
pikirku, perempuan itu cepat mahir saat kuajari cara menggunakan pistol.
(Stephie Anindita)
Minggu depan hasil ujian seleksi olimpiade akan keluar. Temanku
yg bernama Dina berkata jika hasil seleksi menyatakan dirinya tidak
lulus maka hidupnya akan berakhir. Tapi itu hanya omong kosong, karna
nanti malam lah jadwal kematiannya. (Poppy Pratiwi)
Aku adalah anak dari orang terkaya di sekolah bahkan daerahku.
Terkadang aku mengajak satu temanku yang beruntung untuk ikut jamuan
makan di rumahku. Sayang, setelah acara selesai mereka tak lagi pulang
ke rumah dan malah menetap di lemari esku. (Sinatrya Diko Prayudi)
Pasca perang nuklir semua orang di bumi menjadi botak. Suatu hari
aku menemukan sehelai rambut panjang di makananku. (Stefanus Yudhistira
Satya Baskara)
Lekas ku masuk dan menyiram dahaga. Dengan setengah gelas air di
atas meja. Jatuh tersungkur, ternganga dan berbusa, tak kusangka di
bawah meja ada ayahku terkapar biru. Astaga, kami menelan racun yang
sama.
Mereka selalu menjuluki aku dengan si cupu atau si jelek. Karena
aku kesal aku buat saja mereka dijuluki Almarhum. (Zura Elmasri)
"Ini sudah berhasil 100 kali" Kata si pesulap meyakinkan si gadis
yang dikuncinya di sebuah pemasung kepala. Gergaji mesin pun memotong
kayu, bising suaranya makin mendebarkan jantung sang gadis. Gelisah
menunggu dan darah pun muncrat, gergaji menembus leher, membelah
kepalanya menjadi dua, "Tuh kan berhasil."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar